Senin, 08 Agustus 2011

25
Apr 2011
Menghindari Memberi Nasehat Instan

Agus Siswoyo

Ketika kita mendengar ada orang yang menghadapi hambatan menggali kemampuan, biasanya kita langsung memberi saran. Kita bahkan tidak memikirkan efeknya. Yah, mungkin saja kita berpengalaman dan tahu bagaimana jalannya segala sesuatu. Jadi ketika kita melihat masalah, kita langsung menyingsingkan lengan baju dan mulai membenahi ketidakberesan ini. Hal itu merupakan respons otomatis. Begitu melihat ada masalah, bing, gerbang terbuka. Dan lidah kita bergerak lalu berkata-kata.

Ketika orang datang kepada Anda dan mengatakan bahwa mereka sudah kehabisan akal buat maju, bisa dipastikan Anda akan memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan. Bukankah mereka meminta Anda untuk memberi tahu apa yang harus mereka lakukan? Meskipun demikian, langsung terjun dan memberikan jawaban tidak selalu merupakan tindakan cerdas.

Dalam beberapa kesempatan, saya menilai hal ini justru bisa menimbulkan ketergantungan berpikir yang bisa menggiring para pemula menjadi bodoh secara klinis. Mungkin kalimat ini terdengar agak kasar, tapi saya tidak mendapat padanan kata yang lebih tepat. Yang sering terjadi adalah mereka lebih memilih jalan pintas mencari kesuksesan. Dan ini adalah hal yang maklum terjadi, apalagi kalau Anda mengelola web affiliasi yang memandu banyak pebisnis online pemula membangun dasar-dasar penting untuk langkah mereka.

Mereka lupa satu hal: proses. Tidak akan ada angka 9 kalau kita tidak memulai dari 0, 1, 2 dan seterusnya. Proses tidak saja menambah pengetahuan pada satu bidang yang kita geluti. Proses juga mampu mematangkan sikap kita untuk lebih bijak memilih keputusan-keputusan yang lebih kompleks dan mengambil sudut pandang dari berbagai level bidang kerjasama. Melupakan proses sama dengan mempercepat pematangan kulit luar padahal dalamannya masih mentah. Orang Jawa bilang matang kebrangas.

Ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk berproses dan ada waktu untuk berpanen. Selamat menikmati proses sesuai dengan waktu kita masing-masing. Selamat berjuang!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

meutulang/SWADAYA CHITY

Foto saya
MEULABOH CHITY, ACEH DARUSSALAM, Indonesia
tak menyakiti dak tak mau di sakiti

mulanda

jus

jus
emmm

MEUTULANG